Rabu, 18 Januari 2012
Puisi : Kasih YaNg mEmudar
Bagai Nyala obor kehabisan Energi,
memudar dan meredup sedikit demi sedikit yang akupun tidak menyadari perubahannya.
kondisi yang berubah membuat engkau juga berubah.
Ketulusan yang entah kemana raibnya.
Mebuatku juga linglung apa yang harus aku lakukan.
Haruskah ku pertahan rasa Kasih yang dulu Ku percayakan untukmu?
atau mestikah semuanya aku coret dengan Tipe-X?
Saat ini aku berdiri di titik ini.
Gelap, kubertahan berada di tempat.
Tidak berani maju,mundur,samping kiri,samping kanan.
Bukan Karena aku takut kehilanganmu tapi karena bersamamu dulu terlalu sayang untuk di tutup.
Menyalalah kembali seterang semula
Aku tak yakin bisa menahanmu di hatiku jika semuanya tetap seperti ini
Seperti Engkau, Akupun ingin Bebas
I Hope You
Happy DaY ^-^
Hello guys...Apa kabar semuanya?
hari ini hari yang menyenangkan ^-^
menyenangkan ketika merasakan kembali betapa sejuknya hati ini ketika dekat denganNya
Meski kusesali ingkarku selama ini berukir kelalaian yang di ikuti.
Jika semuanya bisa selalu seperti, aku ingin selalu dekat denganNya
Aktivitas yang aku lalui masih sama seperti biasanya.
kantor yang sama,orang yang sama dan jobdesk yang sama.
namun ada yang berbeda...
Kesejukan hati yang tidak sama...^-^
I Praise to Allah
hari ini hari yang menyenangkan ^-^
menyenangkan ketika merasakan kembali betapa sejuknya hati ini ketika dekat denganNya
Meski kusesali ingkarku selama ini berukir kelalaian yang di ikuti.
Jika semuanya bisa selalu seperti, aku ingin selalu dekat denganNya
Aktivitas yang aku lalui masih sama seperti biasanya.
kantor yang sama,orang yang sama dan jobdesk yang sama.
namun ada yang berbeda...
Kesejukan hati yang tidak sama...^-^
I Praise to Allah
Selasa, 17 Januari 2012
Lirik Lagu : Cinta Satukan Kita(Ost.Merindukan Purnama)
JUDIKA
Dia sepi disini...
tak seperti yang lain
walau sudah takdirnya
namun dia tetap tersenyum
Bahagialah bila
kau masih punya mimpi
hidup hanya sekali
berikanlah yang terbaik
Reff :
Merindukan purnama
bertahan walau di dalam duka
bersyukurnyalah kita
masih banyak yang sayangi kita
Merindukan purnama
meraih cinta
cinta yang menyatukan kita
Bahagialah bila
kau masih punya mimpi
hidup hanya sekali
berikanlah yang terbaik
Dia sepi disini...
tak seperti yang lain
walau sudah takdirnya
namun dia tetap tersenyum
Bahagialah bila
kau masih punya mimpi
hidup hanya sekali
berikanlah yang terbaik
Reff :
Merindukan purnama
bertahan walau di dalam duka
bersyukurnyalah kita
masih banyak yang sayangi kita
Merindukan purnama
meraih cinta
cinta yang menyatukan kita
Bahagialah bila
kau masih punya mimpi
hidup hanya sekali
berikanlah yang terbaik
Just Say HelLo ^__^
Hi...
udah lama gak pernah muncul lagi di blok ini ^-^
kangen pengen otak - atik Blog..
hasilnya kayak gini deh..
hheehhe ^-^
Salam kenal bwt yg liat blog ini...
Just Say Hello...
Sabtu, 21 Mei 2011
Tak Usah Kau Jawab
Jika daun gugur, bolehkah aku merekatkannya kembali di dahannya?
Asalkan kau izinkan, akan ku sambungkan dengan perekat terbaik
Jika buah tarlanjur ranum, busuk dan menjadi sampah, bolehkah kuberikan kepadamu untuk kau makan?
Ku tak mengharapjawabanmu, kutahu kau akan memarahiku
Jika Pohon tumbang, ambruk tak berbentuk, Bolehkah kurangkai lagi supaya kembali berdaun dan berbuah?
Inipun tak usah kau jawab, pasti kau akan mengatakan itu permintaan gila
Sama dengan mimpiku untuk bersamamu
Aneh dan gila!
***~~~***
Asalkan kau izinkan, akan ku sambungkan dengan perekat terbaik
Jika buah tarlanjur ranum, busuk dan menjadi sampah, bolehkah kuberikan kepadamu untuk kau makan?
Ku tak mengharapjawabanmu, kutahu kau akan memarahiku
Jika Pohon tumbang, ambruk tak berbentuk, Bolehkah kurangkai lagi supaya kembali berdaun dan berbuah?
Inipun tak usah kau jawab, pasti kau akan mengatakan itu permintaan gila
Sama dengan mimpiku untuk bersamamu
Aneh dan gila!
***~~~***
Ku Ingin Berhenti dan Kembali
Kututup mataku dari luka yang berdarah
Aku lihat lalu ku abaikan
Ku tancapkan lagi di terjal karang ini
Ku tak peduli apakah sobekan ini akan bernanah
Kubiarkan luka perlahan mengalirkan darah
Karena anggapku masih banyak persediaan darahku
Aku yang setengah sadar
Tertawa di kebahagiaan yang menghujam iman
Percuma kalian menyadarkanku
Karena aku tak akan berhenti tertawa walau ku ingin kalian menghentikannya
Jika kalian Tanya “Mengapa Aku Tertawa”?
Entahlah,
Akupun tidak tahu jawabannya
Yang kutahu tawaku ini menyakitkanku
Mengikis perlahan rasa cintaku kepadaNya
Jika kalian Tanya “Mengapa Aku Tertawa”?
Entahlah,
Yang kutahu, aku ingin berhenti
Yang kutahu, aku ingin kembali
Yang Kutahu, Aku Ingin MendambakanNya seperti dulu
Namun, Tawaku tak bisa kuhentikan
Walau lukaku semakin bernanah
Dan Menyakitiku
***~~~***
Aku lihat lalu ku abaikan
Ku tancapkan lagi di terjal karang ini
Ku tak peduli apakah sobekan ini akan bernanah
Kubiarkan luka perlahan mengalirkan darah
Karena anggapku masih banyak persediaan darahku
Aku yang setengah sadar
Tertawa di kebahagiaan yang menghujam iman
Percuma kalian menyadarkanku
Karena aku tak akan berhenti tertawa walau ku ingin kalian menghentikannya
Jika kalian Tanya “Mengapa Aku Tertawa”?
Entahlah,
Akupun tidak tahu jawabannya
Yang kutahu tawaku ini menyakitkanku
Mengikis perlahan rasa cintaku kepadaNya
Jika kalian Tanya “Mengapa Aku Tertawa”?
Entahlah,
Yang kutahu, aku ingin berhenti
Yang kutahu, aku ingin kembali
Yang Kutahu, Aku Ingin MendambakanNya seperti dulu
Namun, Tawaku tak bisa kuhentikan
Walau lukaku semakin bernanah
Dan Menyakitiku
***~~~***
Sirna....
Ah, Aku telah bertanya pada angin…
Lalu di jawab dengan hembusan malam yang menusuk…
Ah, Aku mengadu pada bintang
Katanya : tenang lah…dan lihatlah aku, tak akan kubiarkan kau tersesat
Ah, Aku menangis pada hujan
Jawabnya : Sini….! Biar kuhapus airmatamu, tak akan kubiarkan ada yang menemukamu
Ah, Aku mulai berteriak pada halilintar!!!
Dia Teriak : ada yang lebih menakutkan selain masalahmu!!!
Ah, Aku tersedu pada bulan yang tinggal sepotong
Bulan : Pejamkan matamu… Kan kupeluk dengan temaram cahayaku
Dan ketika mentari menyentuhku perlahan,
Kulihat kepedihanku menguap terbang bersama pelangi
Lalu di jawab dengan hembusan malam yang menusuk…
Ah, Aku mengadu pada bintang
Katanya : tenang lah…dan lihatlah aku, tak akan kubiarkan kau tersesat
Ah, Aku menangis pada hujan
Jawabnya : Sini….! Biar kuhapus airmatamu, tak akan kubiarkan ada yang menemukamu
Ah, Aku mulai berteriak pada halilintar!!!
Dia Teriak : ada yang lebih menakutkan selain masalahmu!!!
Ah, Aku tersedu pada bulan yang tinggal sepotong
Bulan : Pejamkan matamu… Kan kupeluk dengan temaram cahayaku
Dan ketika mentari menyentuhku perlahan,
Kulihat kepedihanku menguap terbang bersama pelangi
Langganan:
Postingan (Atom)

